6 Kebiasaan Minum Yang Bikin Cepat Gemuk

Kebiasaan minum yang bikin cepat gemuk

Kebanyakan orang yang ingin menurunkan berat badan atau takut gemuk pasti berfokus pada mengurangi makan atau menghindari makanan-makanan berlemak. Ini memang tidak salah. Namun makanan bukan satu-satunya hal yang patut diwaspadai jika Anda ingin menurunkan berat badan atau mencegah kegemukan.

Kebiasaan minum dan minuman yang Anda konsumsi juga memiliki andil dalam menyebabkan peningkatan berat badan.

Seringkali tak disadari bahwa kebiasaan minum atau minuman yang dikonsumsi justru bisa menyebabkan berat badan naik.

Lantas, minuman apa saja dan kebiasaan minum seperti apa yang bisa membuat cepat gemuk? Berikut adalah beberapa kebiasaan minum yang menyebabkan peningkatan berat badan.

1. Minum jus buah
Minum jus buah ketika sedang sibuk adalah salah satu cara yang dipilih oleh banyak orang dalam menjaga kesehatan. Ketika meminum jus buah, banyak orang berpikir bahwa mereka melakukan hal yang sehat dan baik. Namun meminum jus yang terbuat dari sebuah memiliki sisi negatifnya sendiri.

Ketika dijus, jumlah gula dalam buah akan meningkat. Karena itu, jus buah mengandung lebih banyak gula daripada yang Anda konsumsi jika mengonsumsi buah secara utuh. Memang benar bahwa buah mengandung banyak nutrisi, namun hal ini juga bergantung pada bagaimana cara Anda mengonsumsinya. Jus buah sudah kehilangan serat yang justru penting untuk tubuh. Sebagai gantinya Anda akan mendapatkan gua tambahan. Jika kebiasaan ini berlangsung dalam waktu yang lama, maka gula tersebut akan meningkatkan kemungkinan Anda bertambah berat badan.

2. Kurang minum
Banyak orang yang tak menyadari bahwa air adalah antioksidan. Air tak hanya dibutuhkan tubuh untuk memenuhi cairan tubuh, melainkan juga bisa membantu menurunkan berat badan. Hidrogen dalam air juga melindungi tubuh dari radikal bebas. Kurang minum air akan meningkatkan risiko Anda untuk terkena dehidrasi. Selain itu, kurang minum juga bisa memicu Anda makan lebih banyak dan lebih cepat gemuk.

Hal ini karena seringkali orang salah mengartikan sinyal haus dengan sinyal kelaparan. Sehingga ketika sesungguhnya mereka merasa haus, mereka malah makan lebih banyak. Ini yang kemudian menyebabkan banyak orang bertambah gemuk karena kurang minum.

3. Minum alkohol
Sudah bukan rahasia lagi bahwa alkohol buruk untuk kesehatan. Tak hanya itu, alkohol juga bertanggung jawab jika Anda mengalami kenaikan berat badan. Tak banyak orang yang menyadari bahwa alkohol bisa menyebabkan kenaikan berat badan karena terlalu banyak minum alkohol akan memicu peradangan dan menyebabkan berat badan naik.

Tak hanya bir saja, tetapi juga makanan lain yang mengandung alkohol seperti minuman cocktail. Alkohol dalam minuman semacam ini bisa mempengaruhi reaksi kimia pada otak yang membuat seseorang lebih tertarik untuk mengonsumsi junk food atau makanan cepat sakit. Jika kebiasaan ini dibiarkan, tentunya Anda akan mengalami peningkatan berat badan.

4. Terlalu banyak minum smoothies
Smoothies bisa menjadi salah satu trik untuk diet jika dibuat menggunakan komposisi yang sehat dan dibuat dalam takaran yang tepat. Namun jika smoothies dikonsumsi terlalu banyak, minuman ini bisa menyebabkan berat badan naik. Smoothies biasanya justru digunakan oleh orang ketika mereka ingin menaikkan berat badan, karena smoothies adalah salah satu cara mengonsumsi banyak kalori dengan cepat.

Jika Anda adalah penggemar smoothies dan senang meminumnya, sebaiknya perhatikan bahan-bahan yang digunakan dan takarannya. Jangan sampai smoothies yang Anda buat ternyata mengandung terlalu banyak kalori. Bukannya berhasil menurunkan berat badan Anda justru akan menambah berat badan.

5. Minum soda diet
Hanya karena pada minuman tersebut ada kata ‘diet’ bukan berarti minuman tersebut bisa menurunkan berat badan Anda. Soda diet sama buruknya dengan soda biasa untuk kesehatan dan berat badan Anda. Penelitian mengungkap bahwa soda diet bisa merangsang reseptor rasa manis pada lidah serta saluran pencernaan dalam tubuh. Setelah terangsang, reseptor ini akan memproduksi insulin, yang merupakan hormon penyimpan lemak.

Meski soda diet menggunakan pengganti gula, namun bukan berarti soda diet tidak menyebabkan reaksi yang sama. Kalori sederhana yang ada di dalamnya justru bisa memicu hormon insulin dan mengubah respon tubuh Anda pada gula. Pemanis buatan justru 300 – 600 kali lebih kuat dari gula biasa dan bisa menyebabkan indera penyebab menjadi mati rasa. Pada akhirnya, Anda akan semakin sulit merasakan kepuasan ketika mengonsumsi gula dan menginginkan lebih banyak.

6. Minum banyak kopi
Minum kopi adalah salah satu cara enak untuk meningkatkan energi dan performa. Namun jangan sampai mengonsumsinya dalam jumlah yang terlalu banyak. Kopi bisa membuat Anda tetap fokus dan berenergi karena minuman ini memicu produksi adrenalin. Namun jika Anda mengonsumsi lebih dari tiga cangkir setiap hari, Anda bisa membuat kelenjar adrenalin bekerja terlalu keras.

Jika kelenjar tersebut terlalu diforsir, pada akhirnya kelenjar adrenalin tak akan bisa bekerja dengan baik ketika sangat dibutuhkan. Meski kopi tak akan bisa membuat Anda cepat gemuk, namun tambahan yang seringkali dicampur ke dalam kopi, seperti susu, sirup, gula, dan lainnya bisa meningkatkan berat badan. Dalam sekali minum saja, tanpa sadar Anda sudah mengonsumsi 250 – 300 kalori tambahan.

Itulah beberapa kebiasaan minum yang bisa memicu kenaikan berat badan. Mulai kurangi kebiasaan minum seperti di atas jika ingin menurunkan berat badan, jangan hanya berfokus pada makanan yang dikonsumsi.

Jika ada pertanyaan lain, silakan ditanyakan di bawah ini: